HADIRA.CO.ID – PT Hadira kini hadir di tiga kota, yakni Kota Solo sebagai kantor pusatnya. Dua kota lain yang menjadi kantor cabang adalah Kota Semarang dan Jakarta.
Khusus yang kantor cabang Jakarta, Direktur PT Hadira, Senandi mengatakan relatif masih baru. “Kira-kira baru satu tahun lebih kantor cabang Jakarta didirikan,” ujarnya kepada Hadira.co.id.
Senandi mengatakan, bisnis aplikator sebagaimana dilakukan oleh PT Hadira untuk saat ini cukup prospektif. Pasalnya, tingkat kebutuhan masyarakat sekarang menunjukkan adanya tren yang lebih spesial.
“Jadi makin ke sini, banyak masyarakat mencari yang spesial, bukan yang umum-umum lagi,” ujar Senandi.
Pria berkaca mata itu mencontohkan, orang sekarang cenderung ingin memiliki bangunan yang unik. Baik desain dindingnya, artistekturnya, bentuk atapnya, lantainya dari jenis apa dengan desain seperti apa, dan lain-lain. Ada keinginan masyarakat memiliki sesuatu yang berbeda dari yang lain.
“Itu yang kebanyakan sekarang ini dicari. Bisa jadi ini masalah prestise juga ya. Itulah yang kita bidik sebenarnya,” lanjut Senandi.
Untuk menjangkau konsumen, Senandi menuturkan, selama ini PT Hadira menjalin kerja sama dengan kontraktor. Namun demikian, perusahaan itu juga tak jarang langsung berhubungan dengan owner.
Khusus untuk proyek-proyek baru, biasanya PT Hadira masuk melalui kontraktor. Dalam proyek baru tersebut, ada bagian spesifik yang dikerjakannya. Misalnya hanya menggarap atapnya saja, lantainya, atau kamar mandi.
“Tapi kalau sifatnya renovasi, biasanya kami langsung ke owner. Karena pekerjaannya sudah tidak kompleks. Tidak banyak jenisnya,” beber Senandi.
Misalnya saja, owner hanya membutuhkan untuk mengganti lantai biasa menjadi lantai epoxi. Menambal atap yang bocor tak pernah berhenti, PT Hadira basa langsung ke owner tanpa melibatkan kontraktor.
“Beda kalau proyek baru. Kalau baru kan ada ngecornya, membuat kusennya, pintunya. Kan kita tidak mengerjakan itu. Itu bagiannya kontraktor,” ujar Senandi lebih lanjut. (*)